Menohok, Legislator Surabaya ini Singgung Julukan Hutan Reklame

Menohok, Legislator Surabaya ini Singgung Julukan Hutan Reklame - GenPI.co Jatim
Anggota DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni. Foto: GenPI/Ananto Pradana.

Jatim.GenPI.co - Anggota DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni mendesak Pemkot Surabaya untuk menata kembali reklame.

Ia meminta untuk mulai beralih dari konvensional menjadi digital. Thoni, sapaaan akrabnya berharap perubahan itu bisa mengarah ke tata kota yang lebih indah.

"Reklame yang saling berhimpitan, menurut saya ini mengurangi keindahan estetika kota. Nah kedepan kalau di jalan-jalan itu sudah ada videotron, megatron, harapan kami paling tidak bisa mempercantik," ujarnya.

BACA JUGA:  Fakta Mencengangkan, Orang Stres di Surabaya Naik 2 Kali Lipat

Meski begitu, politisi Golkar ini menyadari tahapan peralihan tak bisa dilakukan dalam sekejap. Namun, dia berharap bisa dilakukan untuk menghilangkan kesan Surabaya sebagai hutan reklame.

"Kebijakannya nanti InsyaAllah, perlahan tapi pasti bisa meminimalisir atau mereduksi anekdot tersebut," kata dia.

BACA JUGA:  Surabaya Fokus Pemulihan Ekonomi, UMKM Garda Terdepan

Mempertahankan baliho atau billboard konvensional, kata dia, juga bertolak belakang dengan status smart city yang disandang Kota Surabaya.

"Nah kami mendorong agar industri reklame juga bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi," kata dia.

BACA JUGA:  Ternyata ini Penyebab Wisata di Surabaya Belum juga Kunjung Buka

Thoni menilai, pemanfaatan ranah digital bisa meningkatkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surabaya. "Rata-rata PAD reklame itu pertahun antara Rp 170 sampai 190 miliar," ungkapnya.

Berita Selanjutnya

Nusantara