
Jatim.GenPI.co - Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur meminta Gubernur Khofifah melakukan kajian UMP.
Ketua DPW FSPMI Jawa Timur, Jazuli mengatakan, seharusnya dalam penetapan upah harus disesuaikan secara riil dengan kebutuhan para pekerja.
"Maka kita menuntut upah minimum jatim menjadi Rp 3,4 juta dari yang sebelumnya dikisaran Rp 1,9 juta," kata Jazuli, Selasa (26/10).
BACA JUGA: Demo Buruh di Kantor Gubernur Jatim, Bawa 3 Tuntutan, Apa Saja?
Apa lagi lanjutnya, pada awal bulan November 2021 nanti UMP di Jawa Timur akan ditetapkan.
Jawa Timur kata dia masih kalah jauh jika dibandingkan dengan beberapa wilayah lain di Indonesia. Hal ini dinilai tidak relevan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur sendiri.
BACA JUGA: 600 Calon Relawan Ikut Latihan Kebencanaan Standar Internasional
"Kita (Jawa Timur) kalah jauh (dari) NTT dan (wilayah) Kalimantan. Padahal kalau lihat pertumbuhan ekonomi itu rata-rata nasional kalah dengan Jatim, tapi sayang UMP Jatim adalah terendah," ujarnya
Karena itu, Ia pun mendorong Pemprov Jawa Timur agar melihat fakta-fakta yang tersaji dilapangan sebelum menetapkan angka besar UMP.
BACA JUGA: Khofifah Indar Parawansa Sodorkan RSUD dr Soetomo ke Jepang
"Sehingga tidak hanya menetapkan angka, tanda tangan tetapi tidak bisa mengetahui data riil yang seharusnya ditetapkan," imbuhnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News